Selasa, 14 Februari 2017

RENUNGAN

Asslamualaikum wr wb

Mungkin ini sebuah perasaan yang saya rasakan akhir-akhir ini dan saya akan mencoba mengungkapkan perasaan itu melalui tulisan ini.

Yang pertama, saya ingin berbicara sebagai seorang muslim, kalian semua pasti taulaah sebagai seorang muslim apasih kewajiban kalian, semacam ibadah sholat, baca alquran, puasa, belajar, dll. Kemudian yang saya herankan kenapa sih kebanyakan orang itu atau teman-teman kalian sendiri lah, menganggap orang yang melakukan itu semua disebut ALIM dan kita sering mendengar hal itu bukan?, padahal kata alim sendiri itu artinya orang yang berilmu (koreksi saya kalo salah), lantas kenapa sebagian kalian menyebut orang yang menjalankan kegiatan tersebut disebut dengan ALIM, sebagaimana kita tahu bahwa kegiatan tersebut itu adalah KEWAJIBAN kita sebagai SEORANG MUSLIM!! , kalo kita belum bisa menjalankan kewajiban tersebut maka yang kita lakukan yaa CONTOH mereka yang sudah berusaha untuk menjalankannya bukan malah memberikan berbagai macam pujian, karena pujian itu akibatnya begitu besar dan dapat menjerumuskan seseorang kedalam keburukan. Kemudian ada lagi istilah islam ekstrimis, sebenrnya apasih arti kata itu??? Kata “ekstrimis” disini seakan-akan memberikan kesan yang negatif disebagian orang, mungkin ada orang yang berpendapat bahwa  islmam ekstrimis tuh islam yang biasanya pake celana cingkrang, punya jenggot, dan segala macamnya, terus Nabi Muhammad SAW mau kalian sebut dengan julukan islam ekstrimis juga?? Nah disinilah yang perlu kita pahami bahwa kewajiban sebagai seorang muslim yaa BELAJAR!!, bukan hanya belajar masalah eksak, ekonomi, atau ilmu-ilmu dunia lainnya, tapi yaa ilmu agama kalian sendiri. Karena sudah banyak orang yang berkomentar, memberikan tanggapan, kritik , dengan pendek akal pikiran mereka yang terbatas tentang fenomena yang terjadi akhir-akhir ini, contohnya seperti Al-maidah ayat 51. Kenapa kok saya bilang pendek akal yang terbatas, karena saya melihat terlalu banyak orang yang berkomentar tentang hal itu namun tidak didasari dengan pengetahuan agama mereka sendiri, dan mereka cuma menjadi seorang muslim dari lahir dan merasa tidak perlu belajar lagi tentang islam itu sendiri dan merasa sudah pantas untuk menanggapi kejadian tersebut, padahal kebanyakan dari mereka bisa disebut sebagai orang-orang fasik (istilahnya islam KTP, tolong benarkan kalo saya salah).  Padahal kalo menurut saya, kejadian tersebut merupakan suatu pelajaran yang begitu besar hikmahnya yaitu kita diingatkan oleh Allah SWT untuk mempelajari lagi Al-quran, jangan sampai lupa bahwa Al-quran itu pedoman hidup kita sebagai seorang muslim, jangan sampai seroang non-muslim dengan mudahnya merubah pikiran kita dengan sepotong ayat tersebut.  Tapi sebagian teman saya sendiri sudah ada yang pikirannya mulai berubah kearah yang tidak diharapkan sebagai seorang muslim, contohnya seperti ada yang berkomentar “ ormas –ormas yang menggunakan sistem islam mah bullshit!!”,  terus ada lagi “aah gapercaya gue kalo alquran ngelarang kita milih pemimpin nonmuslim”.….

Jeng jengg…  selamat datang wahai saudaraku di dunia yang mungkin memang sudah menuju akhir zaman, dengan mudahnya seorang muslim berucap seperti perkataan-perkataan diatas layaknya mereka menguasai ke 4 madzhab. Saran saya tidak perlu lah kalian ikut-ikutan mengomentari apa itu FP*, lalu siapa itu H***b R****q, selama kalian belum mau untuk mendalami ilmu agama kalian sendiri, dan perlu dipahami mereka itu juga sama-sama manusia, dimana tempatnya salah dan lupa, so.. wajar aja kalo mereka khilaf. Sesuai dengan hadits berikut


Anas Bin Malik radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  "Setiap anak Adam sering melakukan dosa dan sebaik-baiknya orang yang melakukan dosa adalah orang-orang yang bertaubat". HR. Ibnu Majah, no. 4251, dan dihasankan oleh Al-Albani.

Sangat disayangkan memang generasi muda sekarang lebih banyak percaya akan berita yang ada di media sosial daripada pedoman hidupnya sendiri. Mereka (generasi medsos) selalu ragu ketika mendengar sebuah hadits yang coba disampaikan seseorang jika hadits tersebut disampaikan dengan bahasa Indonesia atau tidak ada sanatnya, tapi keraguan tersebut sangat tidak salah dan memang harusnya mereka ragu, yang SALAH adalah ketika mereka tidak mencoba mencari fakta berita yang mereka terima dari media sosial dan hanya ditelan mentah-mentah begitu saja, kemudian ada perasaan bangga bahwa mereka merasa UP TO DATE sama berita. Memang ironi sekali banyak orang muslim yang masih belum memahami siapa dirinya sebenarnya, untuk apa mereka dilahirkan sebagai muslim, dimana mereka harus belajar, kapan mereka harus dituntut untuk menjadi imam atau istri, dan 5W+1H lainnya. Padahal akan sangat berbeda sekali rasanya ketika orang yang hanya sekedar sholat dibandingkan dengan orang yang sholat dengan mengetahui ilmu sholat itu sendiri. Maka jangan pernah takut untuk belajar ilmu agamamu sendiri.

Melalui tulisan ini saya mencoba menasehati diri saya sendiri khususnya, kemudian harapannya pikiran teman-teman terbuka untuk mempelajari dan memperdalam ilmu agama tercinta kita semua, terlebih lagi bagi orang-orang yang masih takut untuk mencari guru atau ustadz yang sekiranya bisa jadi panutan, kalian bisa minta tolong carikan ke teman yang sekiranya kalian percayai (teman yang kalian anggap ilmu agamanya lebih dari kalian). Mungkin cukup sekian, kurang lebihnya mohon maaf apabila dalam tulisan ini banyak kesalahan dan kekuranagan. Saya selaku penulis sangat menerima kritik, koreksi, saran, dari teman-teman sekalian. TERIMAKASIH


Wassalamualaikum Wr. Wb

--Hanif Assyarify--






Senin, 03 Maret 2014

Biografi "Sir" Alex Ferguson










Alexander Chapman "Alex" Ferguson lahir di Govan, Glasgoe, 31 Desember 1941, umur 72 tahun. Dia adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Skotlandia, yang pernah menangani Manchester United, di mana dia telah bertugas lebih dari 1000 pertandingan. Dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dalam sejarah, dia telah memenangkan lebih banyak trofi daripada pelatih manapun sepanjang sejarah sepak bola Inggris. Dia telah menangani Manchester United sejak tanggal 6 November 1986 sampai akhirnya memutuskan untuk berhenti pada tahun 2013, setelah menangani Manchester United selama 26 tahun.

Awal mulanya Ferguson telah bercita-cita sebagai pemain bola sejak kecil, dan selalu bermimpi bermain di klub impiannya yaitu Glasglow Rangers. Kemudian karier sepak bola Ferguson dimulai ketika ia bergabung dengan klub amatir Queens Park pada umur 16 tahun. Berposisi sebagai penyerang ia mencetak 20 gol pada musim debutnya dan pindah pada musim berikutnya ke klub amatir St. Johnstone. Di klub barunya, Ferguson mengejutkan publik dengan mencetak hattrick melawan klub idolanya Glasgow Rangers. Setelah pencapaian besar ini, akhirnya Ferguson berhasil bermain di klub impiannya. Masa-masa di Rangers ternyata tidak menyenangkan Ferguson. Ia sering dicadangkan dan berlatih dengan tim junior. Hal ini membuat Fergie tidak betah dan hanya bertahan 2 musim bersama Rangers. Ia kemudian ditawari pindah oleh klub Inggris, Nottingham Forest, akan tetapi istrinya, Cathie tidak menyetujui kepindahan mereka ke Inggris. Ia lalu memilih untuk pindah ke klub Falkirk. Ferguson dipromosikan sebagai pelatih merangkap pemain. Namun tak lama kemudian jabatannya digantikan oleh John Prentice. Ferguson kemudian memilih untuk pindah ke Ayr United dimana ia bermain disana sampai pensiun sebagai pemain pada 1974. Sebagai pemain Ferguson telah mencetak total 170 gol dalam 317 pertandingan.

Pada bulan Juni tahun 1974, sesaat setelah ia pensiun sebagai pemain, Ferguson ditunjuk sebagai manajer paruh waktu unutk East Stirlingshire pada usia 32 tahun. Kariernya di East Stirlingshire hanya bertahan sebentar karena pada bulan Oktober 1974 ia menerima pinangan St. Mirren untuk menjadi manajer. Kariernya di St. Mirren berlangsung gemilang, selama 4 musim menangani klub tersebut (1974-1978). Ferguson mengangkat klub kecil yang tadinya hanya ditonton oleh 1000 orang dalam pertandingan kandanganya itu menjadi juara Liga Skotlandia pada musim 1977 dengan permainan menyerangnya. Tetapi perjuangan ini brujung dengan pemecatan, karena Ferguson mengalami konflik internal dengan staffnya. Kemudian Ferguson pindah ke klub Aberdeen, yang berharap sosok Ferguson bisa mengembalikan masa kejayaan klub Aberdeen sebagai tim juara bertahan liga skotlandia. Dengan gaya kepelatihannya yang keras Ferguson mendapatkan kepercayaan dan respek dari para pemain dan direktur klub. Ia tetap menjadi manajer yang penuh disiplin sehingga pemain-pemainnya menjulukinya "Furious Fergie" atau "Fergie yang Galak". Ia bahkan pernah mendenda salah satu pemainnya.


Setelah karier kepelatihannya yang begitu gemilang, akhirnya Ia mendapat kesempatan melatih salah satu klub raksasa inggris yaitu Manchester United. Fergie tidak langsung berjaya di Manchester. Dia justru gagal total di musim perdananya: hanya finis di peringkat 11 dari 22 peserta liga Inggris. Di ajang Piala FA sudah terhenti di babak keempat setelah kalah dari Coventry City dan di Piala Liga dikalahkan oleh Southampton 4-1 pada putaran ketiga (pertandingan replay).


Musim berikutnya, MU mulai menanjak dengan tampil sebagai juara dua liga Inggris. Sayang di musim berikutnya, alih-alih menjadi juara, MU justru terperosok ke peringkat 11 dan 13 di musim 1989/1990. Dengan prestasi yang buruk ini hampir saja Sir Alex dipecat. Beruntung trofi Piala FA pada tahun 1990, membuatnya masih dipercaya manajemen. Kemudian baru setelah era musim Premier League bergulir, seakan kejayaan MU dan Ferguson tidak terhentikan, MU menjadi juara sebanyak 13 kali dari 21 musim liga yang telah dilakoninya.
Musim terbaiknya bersama MU jelas pada musim 1998/1999 ketika meraih gelar treble winner dengan meraih juara Liga Premier Inggris, Piala FA dan Liga Champions Eropa. MU juga meraih Piala Interkontinental atau Piala Toyota pada 30 November 1999 di Tokyo. Untuk Liga Champions, Fergie kembali meraihnya pada tahun 2008 pada suatu malam yang dikenal sebagai Magical Night at Moscow di mana MU menang adu penalti atas seterunya, Chelsea. Dan akhirnya karier kepelatihannya berkahir di klub raksasa ini pada tahun 2013, dengan catatan telah berhasil menjadi klub terbanyak meraih gelar juara Liga Premier Inggris, yaitu sebanyak 20 kali.
Hal menarik yang pertama dari Ferguson adalah selalu bisa membuat yang sepertinya tidak mungkin menjadi mungkin, buktinya ketika ia mejadi pelatih salah satu tim sklotlandia yang tidak pernah menjadi juara, kemudian ia berusaha dengan kemampuannya yang pada akhirnya membuahkan hasil dan menjadi juara. Kemudian hal menarik yang kedua adalah terobsesi dengan tragedi John F Kennedy, Saking terobsesinya, Fergie disebut memiliki salinan otopsi JFK dan bahkan kerap membacanya hingga sampai di tempat tidur. Selain itu, ia juga disebut memiliki salinan laporan investigasi pembunuhan tersebut yang ditandatangani oleh mantan presiden AS, Gerald Ford. Hal menarik yang terakhir dari Ferguson adalah seorang pelatih yang keras sehingga sering mendapat julukan pelatih galak dari setiap anak asuhnya yang dilatih.

Hal yang perlu di contoh dari seorang Fergusan adalah kerja keranya tak pernah berhenti, selalu sabar meskipun banyak sekali masalah yang membawanya sampai kehilangan pekerjaan, kemudian ia selalu mengutamakan kepentingan bersama dan selalu memberikan motivasi pada orang-orang yang dilatihnya, sampai orang-orang itu bisa menjadi bintang, contohnya seperti David Beckham dan Cristian Ronaldo. Hal terakhir yang perlu di contoh adalah hidup sederhananya, dan tidak suka bermewah-mewahan.

Realitas kehidupan dari seorang "Sir" Alex Ferguson memotivasi saya untuk terus berjuang, meskipun banyaknya masalah yang akan dihadapi. 


Sumber:
http://id.olahraga.yahoo.com/blogs/arena/sir-alex-ferguson--perjalanan-karir-sang-guru-063920003.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Alex_Ferguson
http://bimoinbox.blogspot.com/2013/05/fakta-menarik-sir-alex-ferguson.html#ixzz2uxM3XTAH
http://arhamvhy.blogspot.com/2013/05/10-fakta-unik-dan-menarik-sir-alex.html






Senin, 16 Desember 2013

Analisis Unsur Intrinsik Novel Negeri 5 Menara

UNSUR INTRINSIK


A. Tema

Novel ini memiliki tema tentang pendidikan, dan sebuah kerja keras yang menghasilkan kesuksesan.
Hal ini dapat dibuktikan dari halaman awal, yaitu kutipan dari imam syafi'i dan kalimat "MAN JADDA WAJADA" , yang di teriakan ustad salman pada awal pertemuan alif di PM, arti dari man jadda wajadda sendiri adalah siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil [Hlm : 40-41}

B. Penokohan

1. Amak 
  • Ramah kepada siapa saja. ["Mukanya selalu mengibarkan senyum ke siapa saja" (hlm : 6)]
  • Peduli kepada peradaban islam di masa depan. ["Amak ingin memberikan anak yang terbaik untuk     kepentingan agama. Ini tugas mulia untuk akhirat" (hlm : 9)] 
  • Penyayang ["kasih sayang amak...." (hlm : 11)]
2. Ayah
  • Peduli dan setia kepada anaknya. ["Saya mau mengantar anak..." (hlm : 19)]
  • Orang yang Amanah ["Amanat dai jamaah surau untuk membeli sapi..." (hlm : 91)]
3. Alif
  • Penurut dan patuh ["selama ini aku anak penurut" (hlm : 11)}
  • Tidak konsisten terhadap pilihan [" aku sendiri belum yakin betul terhadap keputusan ini" (hlm : 13)]
4. Dulmajid
  • Mandiri ["Tentu saja aku datang sendiri" (hlm : 27)]
  • Rajin belajar ["Animo belajarnya memang maut" (hlm : 46)] 
  • Setia kawan ["...paling setia kawan yang aku kenal" (hlm : 46)]
5. Raja Lubis
  • Percaya diri ["maju dengan penuh percaya diri" (hlm : 44)]
  • Rajin membaca["hobi utamanya membaca buku" (hlm : 45)]
  • Mau berbagi ["...dia tidak pelit dengan informasi" (hlm : 61)]
6. Said
  • Berpikiran dewasa ["dia yang paling dewasa di antara kami" (hlm : 45)]
  • kurang percaya diri ["dia memang tidak terlalu pede..." (hlm : 206)]
7. Baso
  • Orang yang agamis ["saya ingin mendalami agama islam dan menjadi penghapal Al-Quran" (hlm : 46)]
  • Orang yang sangat peduli ["....merawat nenek dan pulang, mungkin selamanya..." (hlm : 362)]
  • Berbakti kepada orangtua ["motivasi besar menghapal Al-Quran adalah pengabdian kepada orangtua" (hlm : 363)] 
8. Atang
  • Orang yang menepati janji ["susuai janji, Atang yang membayari ongkos"(hlm : 221)]
  • Humoris ["memasukkan berbagai macam guyon sunda yang membuat hadirin terpingkal-pingkal" (hlm : 220]
C. Latar

1. Tempat

  • Pondok Madani ["selamat datang di pondok madani" (hlm : 30)]
  • Aula ["murid-murid berbndong-bondong memenuhi aula" (hlm : 48)]
  • Lapangan ["masing-masing melintasi lapangan besar..." (hlm : 62)]
  • Kamar ["pintu kayu kamar bergetar-getar digedornya" (hlm : 84)]
  • Menara ["Di bawah bayangan menara ini kami lewatkan waktu...." (hlm : 94)]
  • Kelas ["Ustad Salman masuk kelas..." (hlm : 105)]
  • Bandung ["kami telah masuk Bandung..." (hlm : 218)] 
2. Waktu

  • Sore hari ["matahari telah tergelincir di ufuk..." (hlm : 62)]
  • pagi hari ["rasanya udara pagi lebih segar...." (hlm : 127)]
  • Malam hari [malam ini untuk pertama kalinya kami..." (hlm : 238)]
  • Din hari ["sekitar jam dua pagi..." (hlm : 244)]
3. Suasana
  • Menegangkan ["kami mendengar suara orang berteriak dan bunyi kaki berlarimendekat ke arah kami" (hlm : 246)]
  • Bahagia ["kami senang bisa menangkap pencuri dan lebih senang lagi lepas dari kewajiban jadi jasus" (hlm : 249)]
  • Gelisah ["kegelisahanku yang naik turun..." (hlm : 369)]
D. Alur/Plot

Alur yang digunakan adalah alur campuran.

1. Eksposisi

  • kisah berawal dari seorang wartawan VOA, yang sedang berada di Washington DC. Wartawan itu bernama Alif Fikri. tanpa disengaja ia mengecek laptopnya dan tiba-tiba ada pesan masuk dari seorang yang bernama Batutah. Setelah berbalas-balas esan, teryata dia adalah teman lama Alif dari sekolah lamanya yaitu Pondok Madani.
2. Intrik
  • Alif tidak ingin bersekolah di sekolah madrastah ataupun pesantren, sedangkan Amaknya tidak rela jika Alif masuk sekolah SMA umum, karena Amaknya ingin anak laki-lakinya bersekolah agama, dan menjadikan anaknya menjadi pemmpin agama di masa depan, seperti Buya Hamka. 

3. Komplikasi

  • Baso bercerita kepada teman-teman shahibul menara, bawa sepertinya ia harus meninggalkan PM duluan dibandingkan dengan teman-teman yang lain, karena ia harus merawat neneknya yang sedang sakit parah. Akhrnya paman Latimbang menjemput Baso yang berada di PM, dan Baso pun harus meninggalkan PM untuk selamanya.

4. Klimaks

  • Ustadz Torik begitu marah ketika mendengar bahwa ada siswa yang pergi dari PM tanpa izin terlebih dahulu. Mera itu adalah Said, Alif, dan Atang. sebelum itu, mereka meminta izin ke Ponorogo untuk mencari barang, tetapi barang itu tidak ada, dan mereka pun harus pergi ke Surabaya untuk mendapatkan barang tersebut. Akhirnya mereka bertiga diberikan hukuman yang sangat berat, yaitu dicukur habis rambutnya.

5. Antiklimaks

  • Seluruh siswa PM kelas 6, telah berhasil menyelesaikan ulangan akhir, untuk menentukan kelulusan meraka. Kemudian meraka semua pun berisah, begitu juga dengan shahibul menara yang akan menempuh jalannya masing-masing untuk mewujudkan impian meraka.

6. Resolusi

  • Shahibul menaratelah mencapai impiannya masing-masing dan berencana akan melakukan reuinian setelah tidak bertemu selama bertahun-tahun.
E. Gaya Bahasa

1. Hiperbola
  • "Kami bisa makan bagai kesurupan" (hlm : 122)
  • "Kiai Rais telah menyetrum 3000 murid kesayangannya" (hlm : 190)
2. Personifikasi

  • "wajah dingin mencucuk tulang..." (hlm : 2)
  • "Jantungku melonjak-lonjak girang" (hlm : 5)
  • "Cerita Kiai Rais terus berputar di kepalaku" (hlm : 142)
  • "sejak dari pagi buta..." (hlm : 214) 
3. Asosiasi

  • "kami seperti sekawanan tentara yang terjebak..." (hlm : 64)
  • "Mukanya dingin seperti besi" (hlm : 124)
F. Sudut Pandang
 
Dalam novel Negeri 5 Menara, si penulis menggunakan orang pertama sebagai pelaku utama, karena menggunakan kata ganti orang pertama yaitu "AKU".

G. Amanat

Cerita negeri 5 menara memberikan pesan moral pendidikan yang sangat dalam. Kita harus bersungguh - sungguh dan bekerja keras untuk meraih impian kita dan mencapai kesuksesan kita, tapi dibalik kesuksesan tersebut ada doa dari kedua orangtua kita, jadi kita juga harus serta-merta menghormati dan berbakti kepada orangtua.



       







Minggu, 01 Desember 2013

Resensi Negeri 5 Menara


"Para Pencari Tujuan dan Impian"



 
Judul Novel: Negeri 5 Menara
Pengarang : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Agustus 2010
Kota Terbit : Jakarta
Jumlah Halaman : 424 hal



      Apa pandangan kalian terhadap sekolah pesantren? atau bagaimana jika kalian menjadi seorang siswa atau santri di pesantren dengan tingkat kedesiplinan yang sangat ketat, dan kalian pun harus jauh dari orang tua. Mungkin kalian akan beranggapan sekolah itu seperti penjara untuk anak remaja zama sekarang, dan mungkin kalian berpikir tidak akan pernah masuk sekolah seperti itu atau bahkan berpikir tidak akan pernah mengijakkan satu kaki pun. Tetapi novel Negeri 5 Menera  ini memiliki cerita yang berbeda tentang sekolah pesantre. Novel ini adalah karya seorang penulis yang bernama A.Fuadi, sebenarnya dia adalah tokoh utama dalam novel ini,tetapi namanya diganti menjadi Alif Fikri dan dia bersekolah di pesantren di daereh ponorogo, Jawa Timur yang bernama Pondok Pesantren Moderen Gontor, yang kemudian nama pesantren ini di ganti menjadi Pondok Madani (PM).

      Dalam novel ini, seorang Alif Fikri adalah anak yang terlahir di dalam keluarga yang serba sederhana, di daerah Sumatra Barat. Dan rumahnya terletak dekat dengan Danau Maninjau. Sebelum ia bersekolah di pesantren ia memiliki sahabat yang bernama Randai. Randai adalah seorang sahabat dekat Alif saat  bersekolah di SMP, yang kemudian meraka harus berpisah karena amak dari Alif, ingin anak laki-lakinya bersekolah di sekolah agama dan amaknya berharap suatu saat anak laki-lakinya menjadi seorang pemimpin atau pemuka agama di masa depan seperti Buya Hamka. Tetapi keinginan amaknya itu sangat berbeda dengan impian dan tujuan Alif, karena Alif ingin mengikuti jejak Pak Habibie dan bersekolah di SMA biasa dan melajutkan kuliah. Akhirnya setelah Alif berselisih dengan amaknya, Alif pun hanya bisa memendam impiannya itu dan harus bersekolah di Pondok Madani (PM).

      Saat Alif tiba di PM ia bertemu dan berkenalan dengan teman-teman dari berbagai daerah, yang kemudian ia memiliki lima sahabat. Mereka adalah Baso, Raja, Atang, Dulmajid, dan Said. Meraka berlima dari berbagai macam daerah, dan tentunya memiliki sifat yang berbeda. Dimulai dari Baso, dia berasal dari Gowa, Sulawesi. Dan alasan dia masuk PM adalah karena ingin menjadi penghafal serta mendalami Al-qur'an. Selanjutnya adalah Raja, dia dari Sumatera, hobinya adalah membaca kamus, karena ingin sekali mempelajari bahasa inggris ataupan bahasa arab , dan sama seperti Baso, ia juga memiliki otak yang cerdas diatas rata-rata, dan sifatnya yang kekeh terhadap pendirian. Kemudian yang ketiga adalah Atang dari Bandung, selanjutnya yang keempat adalah Dulmajid dari daerah Sumenep, dan yang terakhir adalah Said dari Modjokerto, seorang said memiliki postur yang tinggi dan hobinya adalah bermain sepak bola, dan ia sering sekali dijadikan pemain inti dalam sebuah tim PM. Kemudian kisah di PM pun dimulai, dan mereka berlima selalu bersama dalam sedih maupun senang, hingga mereka disebut sebagai shahibul menara, karena sering menghasbiskan waktu sore di dekat menara masjid. Dari sekolah inilah mereka banyak belajar dan mendapatkan berbagai pengalaman yang sama sekali belum pernah meraka rasakan sebelumnya, dari yang awalnya entah apa tujuan sebenarnya besekolah di PM, hingganakhirnya mereka memiliki impian masing-masing dan sama-sama berusaha untuk mewujudkannya.

      Novel ini memiliki kelemahan dan kelibihan, menurut saya kelemahannya adalah cerita awalnya yang rada membosankan, dan jenis huruf yang digunakan mungkin kurang enak untuk dibaca. Dan kelebihan novel dari karya seorang A.Fuadi ini adalah, cerita yang disajikan berdasarkan kisah nyata dan pengalaman pribadinya, sehingga bisa ketagihan saat membacanya, dan dari cover bukunya juga sangat menarik. Selanjutnya manfaat dari membaca novel ini adalah dapat mengubah pandangan orang terhadap sekolah agama, serta ceritanya yang dapat menginspirasi dan memotivasi orang banyak, terutama para siswa. Sehingga novel ini cocok untuk dibaca orangtua, siswa, ataupun pengamat pendidikan, karena novel ini banyak mengandung ajaran moral tentang pendidikan.  





















Kamis, 14 November 2013

Resensi Film Monster University

"Kisah Perjuangan Monster Untuk Mencapai Impian"

Sutradara : Dan Scanlon
Produser  : Kori Rae
Skenario  : Pete Docter
                  Andrew Stanton
Rilis         : Juni 2013
Tokoh      : Mike Wazowski, James P Sullivan
Durasi      : 90 Menit

    Apakah monster itu sebenernya ada di bumi kita? jika memang ada, apa tujuan dan tugas mereka sebenarnya? semua kisah itu diceritakan dalam film animasi yang berjudul Monster University, yang di sturadarai oleh Dan Scanlon, dengan tokoh utama yang bernama Mike Wazowski dan James P Sullivan. Film ini menceritakan tentang kisah para monster yang berjuang untuk memperebutkan tempat di dalam sekolah yang bernama Monster University. Tujuan sekolah itu adalah menjadikan para monster sebagai monster terseram untuk menakuti manusia yang masih anak-anak hingga remaja sekalipun.
   Mike wazowski, memiliki sifat percaya diri, rajin, dan tidak mudah putus asa, karena dia adalah monster yang suka mencari pengetahuan melalui buku-buku. tetapi ia memilii satu kelemahan, yaitu ia tidak memiliki wajah yang seram, dan itu merupakan kelemahan yang sangat fatal bagi seorang monster yang bekerja menjadi penakut manusia. Tokoh satu lagi adalah James P Sullivan, ia memiliki watak yang sangat berkebalikan dengan Wazowski. Sullivan adalah seorang monster yang pemalas karena dia merasa dia memiliki kemampuan diatas di banding monster-monster lainnya, sampai pada akhirnya sifatnya yang seperti itu membuat ia bernasib sial.
    Film ini memiliki kelemahan dengan alur cerita yang mudah ditebak, dan endingnya yang sedikit kurang memuaskan, tetapi di sisi lain dari itu film ini memiliki kelebihan yang sangat banyak, salah satunya adalah moral atau pesan amanat yang disampaikan oleh si pembuat film ke pada penonton, terutama anak-anak, karena film ini mengajarkan bahwa kita jangan sampai putus asa dalam perjalanan pencapaian impian kita.